21 Jun 2013

Tips :Latih Si Buah Hati "Potty Learning"

Credential


Bunda tercinta sekalian, tahukah dari sekian banyak pola pengasuhan anak, ada satu hal unik serta menarik yang bisa kita ajarkan terutama batita rentang usiai 18-36 bulan. Yaah, melatih si kecil untuk belajar menggunakan Potty Learning semacam kloset atau pispot kecil. Potty Learning khusus anak ini didesain dengan gambar lucu dan warna-warni yang menarik. Tujuaannya si kecil tertarik untuk buang air kecil atau buang air di tempat tersebut.

Memang sih, Bunda dituntut kesabaran lebih dikarenakan proses training ini menyita waktu. Disinilah peranan orang tua amat penting, pertama kalinya mengajarkan kepada buah hatinya untuk beradaptasi mengontrol kegiatan membuang air seni dan sang anak harus mampu mandiri juga. Kan, sudah bukan waktunya lagi untuk menggendong si kecil ke kamar mandi demi mendisiplinkan diri.
Mungkin saja kesiapan tiap-tiap anak berbeda dalam belajar mengawali  Potty Learning.
Oleh karena itu tuga para orang tua sekalian untuk mengenali tanda-tanda dari si kecil. Caranya, simple sekali. Perhatikan tingkah laku sang buah hati. Bilamana ia tidak mau diam di tempat serta merta si kecil mulai memberitahukan kalau kebelet pipis. Bisa juga melihat batita yang ribut serta risih dan akhirnya mulai mengomunikasikan tentang popoknya yang basah. Nah, itu tandanya orang tua bisa mengajari Potty Learning.
Dalam mengajari tidak serta merta si kecil harus dipaksakan bisa. Ajak pelan-pelan  untuk merasakan kondisi ingin buang air kecil atau buang air besar. Ajak si kecil duduk di Potty Learning, meskipun belum sungguh-sungguh digunakan. Sembari duduk, ajari si kecil untuk mmenarik dan menurunkan celana sendiri.

Agar training Potty Learning berhasil, ajarkan kebiasaan ini secara teratur. Bisa setelah bangun pagi, sebelum makan siang ataupun sebelum tidur malam. Lakukan secara terus menerus berulang kali dengan penuh kesabaran.
Tips ringan untuk sang buah hati agar bisa kompromi :|
  1. usahakan dalam melatih Potty Learning, si kecil tidak merasa tertekan ataupun terbebani
  2. ciptakan suasana gembira sehingga anak merasa sebagai ritual yang menyenangkan
  3. libatkan peran serta si kecil dalam memilih sendiri Potty Learning  yang dimiliki
  4. berikan pujian serta semangat jika si kecil berhasil melakukan Potty Learning
  5. tunjukkan contoh kepada si kecil bagaimana anggota keluarga lainnya ketika menggunakan kamar mandi. Pengaruh sikap demikian akan membuat si kecil suka meniru.
Bagaimana, Bunda merasa sudah siap. Mari kita usahakan yang terbaik untuk kehidupan buah hati tercinta.

16 comments:

  1. Betul ya mak.. Harus sabar dan peka melihat kebutuhan si kecil..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mak Helma yang cantik n gape nulis artikel ini :)

      Delete
  2. Nice tips...bisa buat bekal nanti kalau aku punya anak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo buruan tho,Miss... thks slalu dolan ke Omahku ini ;)

      Delete
  3. Saya kayaknya kurang telaten apalagi di anak ketiga, mana tanpa PRT pula. KAlo lelah waaah, makin tidak telaten :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe mba Mugni, rata2 jadi ibu ya demikian besar pengorbanannya. Dimana-mana sama kok,aku juga ngrangkep jadi PRT juga.Kalo capek,langsung ngelongsor :)

      Delete
  4. kuncinya bertaltih, sabar dan konsisten ya mbak. Allhamdulillah Alvin sejak umur 2 tahun sudah tidak ngompol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengin belajar dari pengalaman mama keren satu ini... Miss u ,mb Lidyaa **Big big Hug**

      Delete
  5. memang hrs sabar, telaten, dan konsisten. Sbnrnya bukan hanya anak yg berlatih, tp emaknya juga, hrs berlatih sabar.. hehe.. tapi klo kita bnr2 bisa konsisten, InsyaAllah anak jg akan cpt blajarnya. Ini kan mslh kebiasaan, jd memang hrs diterapkan dan diingatkan terus menerus ke anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih atas sharingnya yang bermanfaat banget untuk masukan dalam artikel ini juga. Bahagianya punya Bunda yang berhati lembut, penyabar, dan sayang seperti mbaaak ini :) Thks banget mbak.

      Delete
  6. Replies
    1. hehhe, yang penting fungsinya hampir sama...:D slaam manis selalu :)

      Delete
  7. huft.. toilet training jd pe er besar saya nih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbaak semangat, jangan berkecil hati :)

      Delete
  8. perlu ketelatenan dan kesabaran dalam mengajari si kecil

    ReplyDelete
  9. Haaiii Mak, sesuai janjiku, aku datang berkunjuuunngg *sambil ngunyah cireng*
    mantengin blog ini, bikin malu ati. Rapih banget -__- Gimana cara bikin kayak gini sih mak? Huaa nubie ketauan deh. Pilih baca artikel ttg parenting, pas banget lagi kepikiran latih Ubii untuk ngedekem di potty. Baru coba sekali, dia nangis jejeritan heboh kayak ketakutan :(((

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)