30 Nov 2013

Rejeki Yang Tidak Tertukar

Sumber : Google
Ketemu lagi sobatku tercinta,

Maafkan jika postingan di blog omahantik tersendat-sendat. Memang hampir 4 bulan lamanya blog ini terkatung-katung. Bukannya males update artikel, namun terkendala dengan error dalam blog serta koneksi internet yang susahnya setengahh ampyuuuun.... hikkkks.

Kali ini saya memang sengaja menuliskan judul "Rejeki Yang Tidak Tertukar", apa pasalnya coba.... 
Iyaaa karena tidak lain adalah bentuk sikap kecerobohan saya plus keteledoran level tinggi. Jika itu terjadi, waaah fatal dech jadinya. Mengingat semua perlengkapan dan dokumen penting tersimpan dalam pembungkus setia jatah uang bulanan. Hehehe

Ceritanya suatu ketika di sore hari saya sekeluarga dan suami bertolak ke Semarang. Menjenguk saudara yang sakit. Lantaran terburu-buru dari menyiapkan baju ganti, makanan kecil berikut minuman, tas dan peralatan lainnya sampai ketinggalan hal sepele. Yakni memasukkan dompet kecil berisi surat penting macam KTP, SIM, ATM dan beberapa jatah uang bulanan. Anggapan saya semua sudah aman dan selesai urusannyan.

Namun waktu saya akan menyimpan suatu yang penting setibanya di tujuan, pikiran jadi tergerapap langsung disergap sejuta kepanikan. Rasa cemas level dewa saya alami langsung hingga kepala terasa klenger. Merasa takut apeees.... jika dompet raib, setelah dicari-cari ke semua penjuru sudut tas besar.

"Mama pasti lupa, naruhnya...," hibur anak sulung. Mungkin tahu emaknya mengalami kekalutan super...
Saya pun berusaha menghibur hati... Semoga saja benar dengan yang dikatakan kakak Riva, namun jika mengingat kronologis keberangkatan sebelum masuk dalam mobil tadi, sepertinya tangan ini pegang dompet. Malahan pakai menarik risluietingnya juga. Apa jangan-jangan.....

Huaaaaaaaaaaaahaa...no no, seru batin saya protes. Masak dompet dalam mobil bisa raib. Emang sih tas sengaja saya tinggal di mobil gak biar enggak ribet. Terus... saya juga tidak kemana-mana, tuh. Wong tujuan utama juga langsung menuju rumah sakit. Jadi keyakinan menebal, kalau saya memang tidak mengeluarkan dompet untuk keperluan lain. Aman..., sayangnya masalah tetap buntu-Dompet belum ditemukan.
"Ini tadi dikunci ya mobilnya, mas...?" tanya saya meyakinkan pada suami tercinta. Jawabannya cukup melegakan. Memang dikunci rapat. Jadi aman dong, tidak ada yang bisa ambil kecuali didobrak kacanya jadi hancur berkeping-keping.

Aduh sepanjang perjalanan luar kota jadi terasa tidak nyaman...perasaan campur aduk antara kuatir, galau, cemas. Pokoknya istigfar tiada henti.
Akhirnya, tengah malam sampailah di home sweet home. Dheg ! Yang bikin hati jadi terperanjat, manakala melihat dompet yang teronggok manis di hamparan rumput depan rumah. Kagetnya bukan karena isi dompetnya namun perkiraan yang diluar dugaan. Dikirain ketinggalan di sofa, buffet atau apalah di dalam rumah. Eiih enggak taunya kok ceblok di halaman depan rumah (kebetulan tidak berpagar).

Namanya Allah masih sayang. Buktinya isinya masih lengkap seperti semula. Tidak ada satu pun yang hilang. Itu namanya rejeki yang tidak tertukar. Jadinya saya bergaya sok lebay seperti gambar berikut, wujud rasa syukur atas kebaikkan Allah.
Sumber : Google

16 comments:

  1. waaah alhamdulillah ya mbak, dompet yg jatuh di luar rumah masih utuh. lain kali lebih hati2.. :-)

    ReplyDelete
  2. begitu tuh ya yg namanya masih rejeki :D
    alhamdulillah yaaa :))

    ReplyDelete
  3. kunjungan perdana mbak,,salam blogger

    ReplyDelete
  4. Alhamdulilah... Masih ketemu,
    Harta yang halal selalu dilindungi Allah....

    Salam :)

    ReplyDelete
  5. waaaah.. itu mah masih syukur mbak, lha saya dompetnya malah jatuh isinya KTYP, SIM, 2 buah ATM sama sejumlah uang yg ga banyak, untungnya ada yg mau meluangkan waktunya balikin dompettsbwalaupun uangnya udh ga ada, tapi KTP ama SIM masih aman + 1 buah ATM, ATM satunya udh ga ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi yaa mas Wahyu, kapan2 mapir akkh ke web plesirnya ;)

      Delete
  6. Replies
    1. Inet koneksi error mbaa, belom tambah blog OA yang ngadat ga mau login wadeeew :(

      Delete
  7. astaghfirullah saya ikut kaget, tapi syukurlah dompetnya masih utuh, memang benar kalau rejeki itu tak akan pernah tertukar, ya kan mbak hehehe...lain kali yang hati-hati ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank ya mba, udah berkunjung kemari. Iya dijadikan pengalaman saja dan ambil hikmah positifnya deh mba :)

      Delete
  8. itulah akibat dari senewen yg berlebihan..hehe

    ReplyDelete
  9. Wah, alhamdulillaah ya mak. Berarti memang masih rezeki Mak Tanty itu :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kan mbaak dengan dirimu, meski dengan situasi yang berbeda..peace:)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)