2 Oct 2015

Tip Mudah Merawat Batik Tetap Awet Tidak Rusak

Sobat blogger semua, pasti tahu kan gegap gempita hari ini, kalau bukan merasakan hari nasional "Batik".

Bersyukurlah bangsa Indonesia lantaran UNESCO pada 6 tahun silamnya tepatnya tanggal 2 Oktober sudah mengakui keberadaan warisan budaya nasional "Batik" tersebut sebagai heritage Civilization terutama budaya lisan dan non bendawi. 
Wah, keren banget kan....

Saya pun yang tinggal di daerah wilayah kabupaten Central Java juga enggak kalah bangga plus bahagianya. Lha ini, semua orang dunia sebagian besarnya yaa suka dengan baju batik. Semua instansi pemerintah, swasta, lembaga kependidikan pokoknya semua yang merasa "Cinta Batik" ya pastinya dengan senang hati memakai keseragaman dalam batik.

Alhamdullilah juga, kok mama mertua yang kebetulan melewati Pekalongan terutama daerah Sentra Batik tidak ketinggalan memborong cinderamata. Penerima oleh-oleh mama mertua notabene suami dan anak-anak juga tidak kalah antusiasnya. Wow, amazing !!!
Jangan ditanya lagi, mendapat pemberian seperti oleh-oleh membuat puteri kecil saya jadi (sejenak) melupakan beberapa pakaian favoritnya seperti trend anak-anak masa kini diantaranya ada baju ala Frozen, Barbie atau Upin Ipin. Hehehehe
Namanya gift aroma baru, selalu bikin siapa saja penasaran. Lihat saja, beberapa sudah dicoba dalam beberapa pose. Tampaknya dedek cantik sangat menikmati senangnya memiliki pakaian yang baru.
Biasanya baju masih baru tentunya amat disayang dan kerap dipakai, bukan ? Alih-alih pakaian batiknya tetap cantik memikat melainkan "mbladhus" bahasa Jawanya yang berarti jadi memudar warnanya.
Kalau saya, siih... masih ingat tip mudah merawat batik terus awet tidak mudah rusak dari resep turun menurun keluarga dulu *eeh, pastinya semua orang tau ding ! hihihi.

Keluarga percaya dengan keistimewaan buah lerak (Sapindus Rarak) yang mampu menjadi sabun pencuci alami paling aman untuk pakaian sejenis batik.
Buah Lerak Diandalkan Mencuci Pakaian Batik  : Credit (Google)
Sampai kini pun (mungkin) masih ada beberapa orang yang memakai buah bulat dengan cangkang kulit keras untuk  mencuci batik. Dengan mengocokkan buah tersebut ke dalam air hingga muncul buih busa yang dimanfaatkan sebagai sabun diyakini bisa menjaga warna pakaian batik seperti aslinya.
Sementara kalau sembarangan memakai deterjen yang memiliki formula khusus, malah bisa menjadikan kain batik jadi rusak.

Sebenarnya, merawat batik supaya tampak awet dan tidak rusak mudah dilakukan asalkan mengikuti beberapa tip ala emak di omahantik seperti berikut :

Pemilihan Air
Jelas ini dilakukan sebelum melakukan proses pencucian berikutnya.  Saya sendiri lebih senang mencuci manual alias memakai tangan biasa. Biasanya saya celupkan pada air dingin atau bisa juga air hangat suap-suap kuku.Mengantisipasi jika ada warna pada kain batik  mengalami kelunturan warna.

Sabun Deterjen Khusus
Jika ingin memanfaatkan sabun deterjen sebaiknya memilih yang formula khusus dimana kandungan di dalamnya sudah disesuaikan sehinggi kecil kemungkinannya merusak bahan kain batik yang dicuci.

Perhatikan Cara Mencuci
Agak sedikit ribet memang mencuci bahan halus seperti pakaian batik daripada bahan lainnya. Ada baiknya jangan dikucek terlalu kencang maupun diperas kuat apalagi dalam satu mesin cuci. Bisa-bisa keluar berubah wujud seperti kain "gombal" (baca : kain usang untuk bersih-bersih).

Area Penjemuran
Cara menjemur pakaian batik disarankan untuk tidak terkena sinar panas matahari secara langsung. Ada baiknya menyediakan area menjemur kain batik dengan permukaan yang lebar semacam bambu, dengan maksud kedua sisi batik tidak saling menempel. Jadi saya acap memilih mengangin-anginkan baju batik yang telah dicuci (tahu sendiri kan, namanya bahan batik tidak terlalu berat seperti JEANS, sehingga lekas kering).

Melicinkan Pakaian
Menyetrika pakaian batik memang agak berbeda dengan yang lain. Ini sudah lama saya lakukan sejak gadis ting-ting ampe jadi emak ting tong sekarang ini. Dengan cara semprotkan sedikit air terlebih dulu pada permukaan kain yang akan disetrika. Jangan lupa alasi dengan kain bersih diatasnya setelah itu baru disetrika dengan suhu sedang saja.

Nah, jangan kuatir jika sudah melakukan beberapa tips mudah merawat batik tetap awet dan tidak rusak seperti paparan diatas akan menjadikan motif serta warna batik tetap seperti aslinya. Malahan dikira "kinclong" seperti baru. Mau dicoba ????

Selamat Hari Batik

11 comments:

  1. Aku juga pecinta batik Mba.. Kebetulan di tempatku kerja mewajibkan hari Kamis pakai batik.. Kalo aku pilih yg praktis nyuci batik pakai cairan khusus yg sdh diolah dari buah lerak..

    ReplyDelete
  2. Aku baru tau deh buah lerak bisa dipake buat nyuci batik supaya batiknya nggak cepet belel.. Makasih banyak infonya ya Mbak.. :)

    ReplyDelete
  3. Aku belum pernah nyobain nyuci pakai lereek, huhu

    ReplyDelete
  4. Nah.. Buah itu bisa didapat dimana...

    ReplyDelete
  5. Zaman kita masih kecil, nyokap sering ngeremdem baju pake buah lerek itu tapi sekarang kayaknya dah ngak eprna lagi

    ReplyDelete
  6. batikku biasanya direndam dulu di air teh, mba. biar ga luntur, hehe. aku malah baru tahu buah lerak itu.

    ReplyDelete
  7. Aku sampai bawa sabun khusus untuk nyuci batiiiik lhooo... Soalnya batikku banyaaak hehehe

    ReplyDelete
  8. Aku sampai bawa sabun khusus untuk nyuci batik lhooo.. Soalnya batikku banyaaak

    ReplyDelete
  9. Oo.. saya baru tahu kalau batik tidak boleh dijemur langsung di bawah matahari.. wahh makasih tipsnya bu.. salam kenal ya..

    ReplyDelete
  10. saya biasanya kl serem takut rusak cuman direndam air sebentar trus rendam deterjan gak kalah sebentarnya, abis itu cuman digoyang2 aja tuh baju di rendaman deterjen. Bilas trus jemur (menghindar dari sinar matahari langsung)....
    Sesuatu yang keren memang ribet ya ngejaganya :)))))))

    ReplyDelete
  11. Temukan berbagai macam informasi batik yang ada di Indonesia beserta makna/arti/cerita tentang batik tersebut yang ada di indonesia dan juga artikel-artikel tentang batik di tentangbatik.com dan like page facebook tentangbatik.com

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)