20 May 2017

Belajar Melawan Phobia Dengan Mengoleksi Prestasi

Sumber : foto Google

Susah gampang dalam kehidupan memang harus diperjuangkan bukan ? Selain itu sebagai pembuktian pada diri sendiri untuk lebih kuat dan bersemangat.

Seperti halnya pengalaman di masa kecil yang terus membekas hingga sekarang Semua tidak luput dari upaya agar bisa menjadi lebih baik.

Yup saya akui sejak kecil saya memang sering merasa tidak pede, bahkan acap gugup di depan publik. Bahkan tidak jarang saya sering merasa ketakutan sendiri, seperti dalam kegelapan atau ketinggian.

Habis sudah jika terperangkap dalam kengerian dan perasaan takut. Merasa tidak berdaya dan mengalami efek trauma. Pernahkah teman sekalian merasakannya hal demikian?

Kondisi terkungkung perasaan takut serba tidak mengenakkan. Saya seperti tidak bisa maju seperti teman-teman sepantaran lainnya. Feeling free dengan beragam aktifitas.

Namun tidak dengan saya yang memiliki secuil nyali.Untuk bebas aktif malah cenderung ketakutan. Saya dicap jadi anak penakut. Bahkan phobia dengan kegelapan dan ketinggian. Sudah deh bakalan menjerit atau berteriak sekencang-kencangnya.*Hiks memalukan, banget.

Untunglah waktu itu ada tetangga baik yang profesinya sebagai Roller Skate coach. Namanya kak Nova, orangnya ramah, baik hati dan pintar menyemangati. Secara tidak langsung menawari saya dan adik berlatih sepatu roda.
Coba aja latihan dulu. Duh sayang lo, ntar adiknya yang juara terus...
Begitulah jika Kak Nova mencambuk semangat kami berdua. Dan dia tahu persis selama ini yang sering berprestasi​ dalam keluarga adik kandung saya mulai dari juara paduan suara, mayoret terbaik,  serta juara favorit fashion show.

Sementara saya ini ... zonk, minim prestasi yang tidak bisa membahagiakan. Menyadari banget kondisi apa adanya.

Berangkat dari pemikiran itu saya tekadkan mantap untuk menjajal peluang olahraga. Awalnya saya bergidik ngeri, melihat anak-anak jatuh bangun demi mahir bersepatu roda. Tapi anehnya, tidak ada satu pun yang terus merasa kapok untuk mencoba terus terus dan terus sampai benar-benar mahir.

Itulah yang mendorong saya memiliki keyakinan, suatu saat saya harus bisa. Toh sama-sama makan nasi, minum susu...kok tidak bisa? Utamanya saya harus berani menyingkirkan rasa takut agar cepat menguasai keseimbangan dan bisa melaju cepat seperti teman senior lainnya.

Ternyata benar juga, jika yang saya pikirkan bisa, pastinya saya akan bisa! Sugesti positif tersebut sering dibisikkan oleh orangtua dan kerabat yang selalu mendukung.

Alhamdulillah setelah bergabung di klub sepatu roda, kemampuan saya lebih terasah. Banyak even lomba sepatu roda baik lokal maupun luar kota saya ikuti. Meskipun tidak selalu juara pertama, tetap ada kebanggaan saya akhirnya bisa mengoleksi prestasi satu demi satu.

Saya menemukan kelegaan, apalagi saat melewati garis finish perlombaan, maka saya meluapkan dengan Victoria Screaming. Woooow! hahhaha.

Juara I Roller Skate Kejurnas Soerono Cup Estafet 4x300m putri : dokpri​ omahantik​

Efek positif nya setelah saya menekuni dunia olahraga ini, secara berangsur-angsur ketakutan akan gelap dan ketinggian mulai berkurang.

Memang diakui butuh proses sih melawan phobia waktu kecil, toh ada baiknya sedikit-sedikit terkikis dengan sendirinya.

Semoga saja postingan pengalaman masa kecil saya belajar melawan phobia dengan mengoleksi prestasi bisa bermanfaat untuk pembaca Budiman.

Terimakasih​ sebelumnya untuk teman Gandjel Rels yang telah menginspirasi yaitu mbak Andjar Sundari dan mbak Nia Nurdiansyah, yang kompak memilih tema arisan blog tentang masa kecil yang terus terlupakan.

Keep Happy Blogging sobat 😉


7 comments:

  1. Wah alhamdulillah mba Tanty bisa bangkit ya mba. MBagiku, ini memang masa kecil yang indah dan menginspirasi ya

    ReplyDelete
  2. aih mbak kereeen
    aku main skate belum lancar2 amat
    trus mandeg

    ReplyDelete
  3. aaah keren, Mbak tanty pernah juara lomba sepatu roda. Sekarang anak-anak sudah mulai tuh memulai main sepatu roda

    ReplyDelete
  4. Cara mbak dalam mengatasi ketakutan mbak sangat menginspirasi. Keren mbak! Karena nggak semua orang bisa mengetasi phobia mereka.

    ReplyDelete
  5. Wah keren..ajari aku main rolles skate mbak...tipsnya apa si, nggak pede nglangkah mlulu ni

    ReplyDelete
  6. Klw saya phobia ketinggian, mesti belajar panjat tebing neh :v

    ReplyDelete
  7. Mbak tanti diem-diem jago euy mau dong diajarin :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)