5 Nov 2014

Waspadai Resiko OMSK Pada Buah Hati Tercinta


Cherful - Denis
Suatu hari saya dikejutkan dengan DP ponsel seorang teman baik, yang memasang foto putranya. Bukan masalah foto DPnya yang emang sekilas gak begitu jelas. Namun status pagi hari yang memberikan semangat dan motivasi untuk berjuang melawan SAKIT.

"Get Well Soon, My Son"


Tidak ada berita buruk yang mengabarkan sakit atau terkena sesuatu hal yang bikin saya selalu merasa sok kepo. Penasaraan pengin  tahu lebih detail. Apalagi setelah saya perhatikan benar foto putranya yang terbaring lemah dengan perban disekitar kepala.

Saya coba mencari waktu baik untuk langsung menanyakan perihal apa yang menimpa si Denis.


Penyakit Infeksi Telinga Denis
Teman saya akhirnya bercerita bahwa si Denis terkena infeksi telinga tengah. Sehingga harus ditempuh jalan operasi mengingat saat diperiksakan di THT, ditemukan indikasi terjadinya pembusukan yang beresiko bahaya untuk syaraf pendengaran dan otak.

Padahal teman saya awal mulanya tidak menyadari silent disease OMSK akan menyerang putra kesayangan, Gegara dua minggu yang lalu ia mencurigai ada aroma yang kurang sedap dari telinga Denis sebelah kiri. Setelah diraba ditemukan pula seperti bisul kecil tepat dibelakang telinga.


Teman saya menambahkan menurut keterangan dokter bahwa bakteri yang dialami oleh telinga sebelah kiri Denis, kemungkinan diperoleh saat Denis sering berenang tapi dalam kondisi kurang sehat. Jadi saran dokter adalah demi keamanan selebihnya, untuk menghindari anak-anak mencebur ke kolam air, apalagi sedang terkena batuk pilek agar disembuhkan secara tuntas terlebih dahulu.  Mengingat betapa  resiko fatal jika bakteri dari tenggorokan sampai masuk ke telinga melalui saluran eustachius.  Untuk amanya pakai penutup telinga jika si kecil ingin berenang.


Wah untung saja, penanganan cepat setelah adanya pemeriksaan dengan CT Scan rumah sakit dan melalui serangkaian pemeriksaan diputuskan untuk melakukan operasi demi meminimalisir resiko yang ditimbulkan mengingat sudah ada pembusukan dalam telinga.

Otitis Media Supura Kronis (OMSK) dengan Choleateoma

Menurut cerita teman saya diawal, kalau OMSK ini merupakan silent desease tanpa adanya gejala-gejala  atau keluhan spesifik, namun langsung telak  mematikan. 
Saya jadi bergidik ngeri membayangkan kalau hal itu terjadi pada buah hati masing-masing. Pastilah tidak akan tega melihat penderitaan anak-anak kecil yang menanggung sakit. Jadi mumpung masing hangat peristiwanya, saya berusaha mencari tahu dengan OMSK.

Suatu radang kronis telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga (otorea) lebih dari 2-3 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah  (World Health Organization 2004; Helmi 2005; Chole & Nason 2009).
Kolesteatoma adalah suatu kista epitelial yang dilapisi oleh stratified squamosa epithelium yang berisi deskuamasi epitel (keratin) yang terperangkap dalam rongga timpanomastoid, tetapi dapat juga terperangkap pada bagian manapun dari tulang temporal yang berpneumatisasi (Helmi 2005; M)

OMSK dengan kolesteatoma bersifat progresif, dimana kolesteatoma yang semakin luas bisa mendestruksi tulang yang dilaluinya. Infeksi sekunder dapat menyebabkan nekrosis septik di jaringan lunak yang dilalui kolesteatoma dan mengancam bisa terjadinya komplikasi,

Nama lain dari OMSK dengan kolesteatoma adalah jenis atikoantral karena biasanya proses dimulai di daerah itu; disebut juga jenis tulang karena penyakit menyebabkan erosi tulang seperti kolesteatoma, granulasi atau osteitis. Jenis ini melibatkan bagian posterosuperior dari celah telinga tengah dan berhubungan dengan perforasi marginal.

Infeksi Telinga Pada Anak
Jangan pernah menyepelekan anak yang rawan terhadap infeksi telinga. Ada yang mengalami sampai lebih dari tiga kali dalam satu semester. Kemungkinan bisa berpeluang menjalani tindakan operasi dengan memasukkan selang kecil ke dalam gendang telinga, untuk membantu mengeluarkan cairan yang tersembunyi dalam telinga. Hal ini yang disebut dengan tympanostomy dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya bakteri yang terjebak dalam telinga tengah yang bisa menjalar menjadi suatu infeksi berbahaya lainnya.

Dampak yang kadang muncul akibat infeksi telinga yang memiliki cairan terjebak dalam telinga tengah maupun yang sudah mendapatkan pengobatan akan mengalami kesulitan untuk mendengar sementara waktu.Jadi untuk mengurangi dampak lainnya akan lebih tepatnya mendapatkan penanganan efektif  dan tepat agar tidak menjadi kendala dalam perkembangan bahasa dan berbicara.
Kita sebagai orang tua yang bijak dan peduli pada kesehatan anak akan selalu waspada dan belajar menyikapi jika ada hal yang kurang beres terjadi. Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih baik.


 Sumber :Tinauan Kepustakaan USU Institutional Repository







11 comments:

  1. Tks Mb informasinya.. jadi harus selalu waspada ya.. ke THT minimal 6 bulan sekali..

    ReplyDelete
  2. Jadi tau, harus lebih hati-hati kalo mengajak anak berenang ya mbak..apalagi kalo kondisi anak kurang sehat. thanks sharingnya..sangat bermanfaat buat saya mbak..

    ReplyDelete
  3. hikz kasian anak e..ngeri juga ya :"((((
    kudu makin awas ini berarti

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mba...ngeri kan..hehee salam utk si raffi chubby ya

      Delete
  4. baru tahu ada Infeksi nama ini, terimakasih infonya. Jadi kalau mau berenag, juga harus hati2 ya, terutama buat si kecil yang lagi kurang sehat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya memang demikian kok mas..lebih waspada jika si kecil dalam kondisi kurang prima :)

      Delete
  5. Waduuh...beruntung sekali baca artikel ini. Saya jadi lebih hati-hati dan kasih warning buat anak-anak yang sering bernang. Terimakasih yaa...nice post!

    ReplyDelete
  6. Beruntung banget ketemu artikel ini. Lebih hati hati saat anak dalam kondisi tidak fit

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)