25 Jun 2015

Jangan Sesekali Abaikan Laptop-Aksesoris Personal

Credit : Tokopedia
Nasehat teman bijak seringkali ada benarnya. Jangan sesekali abaikan laptop aksesoris milik pribadimu.
Nah, lhoo...kena *kualat atau emang udah apes nasibnya ya*hehehe.

Sayapun tidak bermaksud menggurui atau sok bawel yaah *cateet. Namun apa yang dialami dan berakhir sebagai hikmah positif ini setidaknya membukakan kebenaran bahwa sesuatu yang sepele jadi sepolo #weeh apaan tuuh :D hehehe
Maksutnya, apa yang dianggap remeh bisa berabe akibatnya.

Lebih jelasnya, mohon simak unpredictable case yang saya alami dan semoga kejadian tersebut tidak akan terulang lagi yang sama pada sobat-sobat pembaca tercinta ini.
Tepatnya 2 pekan yang lalu, saat schedul menulis sedang menumpuk-numpuknya, ada rutinitas bulanan pertemuan para penulis web/blog dengan agenda briefing serta temu kopdar. Nah, ini jelas yang paling menggembirakan.

Namanya acara kopdar, pertemuan langsung dengan beberapa blogger penulis amatlah seru. Sebab di dalam sesi tersebut pastinya diperoleh banyak informasi ataupun tukar tips trik bagaimana memajukan blog personal lebih baik. #Tentu saja sambil pake makan en minum gratisan bersama-sama. Hahaha, tahu ajalah :)
Bagi saya yang kategori emak gak mau ribet atau remponglah, udah pasti memilih jalan praktisnya. Yang penting peralatan seperti laptop kecil, charge, flashdisk maupun blocknote jadi prioritas utama. Setelah semua beres, tinggal capcuuus....
Acara Kopdar yang seru dan bermanfaat

Selang setelah adanya pertemuan tersebut pulang dengan membawa hati nyaman, serta damai sentosa (lha merasa mendapat pembekalan ilmu yang luar biasa *tentang blog, adsense maupun adanya hadiah GA acara kopdar).
Seperti biasa saya juga tidak sabaran untuk mereview kembali kegiatan yang dilakukan dengan mengupdate postingan.

Namun, untung tidak dapat diraih,malang pun tidak dapat ditolak. Laptop kecil kesayangan saya yang hampir lima tahun menemani saya menekuni kinerja advertorial (job/paid review) tiba-tiba mati suri. Displaynya tetap mati, berkedip sekali terus gelap lagi. What's ??? *matamendelikkepalakliyengan*.

Saya amati dengan jeli sekali lagi-jangan jangan seperti case sebelumnya,kabel charge laptop saya putus. Jadi perlu diperbaiki. Sayang, kalau beli di perlengkapan Laptop-Aksesoris toko komputer setidaknya akan menghabiskan dana lumayan banyak. [Saya pernah menanyakan langsung penggantian kabel charge Acer yang asli setahun yang lalu sekitar 300 ribuan]. 

Lumayan, kan dana segitu bisa dialihkan membeli hosting dan domain *Tsaah...dasar mikirnya kerja blogger*

Usut punya usut ternyata LCD saya crack, alias pecah.....huaaaaa tangisan saya menjadi-jadi deh #mbayangin semua kerjaan jadi macet atau gatot (baca : gagal total). Job review gak bakalan kelar, setoran artikel setiap hari dari kontrak dengan web tehno juga akan terganggu. *Duh, biyuuung minta ampyuun.   

Merasa serba salah dan ketakutan, membayangkan kemampuan juga tidak ada andai diwajibkan membeli laptop baru. Udah nanya kesana-kemari, nyari laptop yang seharga dibawah 1-2 juta ternyata juga langka#alasan utamanya Dollar naik, jadi semua barang elektronik termasuk komputer kena imbasnya.
Alamak-dunia terasa runtuh rasanya *sambil bersenandung "THE END OF THE WORL" Steffani-kalo gak salah ya.....hahaha.
Penampakan LCD kesayangan yang broken
Buat saya saat itu adalah malam minggu kelabu. Ya, iyaalah sama sekali tidak bisa bekerja full dengan blog. Sementara itu hanya duduk tercenung menatap laptop kecil yang kayak -dying young- #Berharap ada keajaiban kecil datang.

Untungnya malam itu suami memberikan harapan baru, laptop saya akan dibawa ke tempat langganan service peralatan komputer kantornya. Saya sih cuman pasrah dan berdoa. Takutnya mendengar kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Alhamdullilah, paginya dapat kabar menyenangkan juga. Kata suami saya kalau komponen LCDnya sudah ada tidak memakan waktu lama mengganti dengan yang baru jika tidak yang harap sabar menunggu seminggu lamanya.  Selain itu dapat kortingan biaya yang semula 1.5 juta menjadi sejuta saja

Saya harapp-harap cemas, memikirkan siapa orang yang bisa meminjamkan laptop sepekan sambil menunggu stuff saya kembali fik. Olala rasanya seperti tersiksa, kayak kangen nunggu ditelpon kekasih# Hahaha.

Singkat cerita, ya...ternyata kurang dari seminggu berselang 2 hari laptop kecil saya sudah beneran sembuh. Yang bikin saya surprised ternyata tukang servis handle stuff saya tidak lain dan tidak bukan adalah mantan murid saya di SMK dulu. (Maklum dulu sebelum pensiun pernah nyicipin gimana suka dukanya mengajar jurusan Tehnik dan Komputer Jaringan, yang notabene mayoritas cowok semua).

Dengan agak kepo (sok pengin tahu) saya berusaha mencari tahu penyebabnya.
Kenapa LCD saya bisa crack ya, Noval ? Padahal saya bawanya hati-hati banget, kok...
Mungkin ibu kelupaan (maaf) pada saat itu dimmasukkan dalam softcase enggak, bu ? tanya Noval dengan nada berhati-hati
saya mikir-mikir lagi, sepertinya dulu tergesa-gesa yaa udah cuma dimasukkan dalam tas kecil doraemon yang bisa memuat barang besar. Ada majalah, koran, kotak pensil dan laptop.
Owalaaah saya langsung masukin aja dalam tas...tapi saya gak ngebut-ngebut apalagi asal nabrak jalan #jelas saya sok ngeyel...
 Perlu Bu Tanty ketahui ya, LCDnya kemarin itu retak kemungkinan kecil kemasukan benda seperti bolpen, pensil bu. Apalagi laptop dibawa tanpa softcase bisa saja terbuka sedikit. Celah itu yang mendorong bolpen masuk bu...untuk amannya dimasukkan dalam softcase saja.
Softcase Berdesain imut dan manis - Google
Akh, mulaaai sekarang saya akan lebih berhati-hati. Gak bakalan sembrono atau grusa grusu apalagi membawa stuff yang teramat penting. Jadi jangan menganggap sepele sesuatu yang remeh. Bawa selalu aksesoris laptop dan pendukungnya yang dianggap perlu.
Bagaimana dengan kalian, ada yang memiliki pengalaman seru.Silakan berbagi disini dong :)

Keep Happy Blogging

11 comments:

  1. Hmm, penting banget masukin ke softcase ya, mak. Biar lcd aman. Kalo lcd rusak biayanya besar. Pengalaman dulu aku pun pernah kerusakan lcd juga.

    ReplyDelete
  2. Waduh...musti hati-hati nih. Tadinya juga suka bawa laptop di tas asal muat aja. Ternyata bisa kemasukan benda kecil ya.. Oke deh, lain waktu pake tas khusus. Makasih sharingnya mbak Tanty :)

    ReplyDelete
  3. Untung mbak Tanty sdh punya softcase baru ya... LCD laptop kesayangannya jadi terlindungi.. Coba kalo gak terlindungi LCD bakal rusak lg dan pekerjasn terganggu..

    ReplyDelete
  4. Gadget rmang harus di protect sih mak, apapun itu, camera, HP, apalagi laptop, klo usah rusak, biayanya itu lo, ngehek bangets

    ReplyDelete
  5. Gadget rmang harus di protect sih mak, apapun itu, camera, HP, apalagi laptop, klo usah rusak, biayanya itu lo, ngehek bangets

    ReplyDelete
  6. Aku belum pernah punya laptop sih hihihi. Tapi pernah ngalamin persaan serupa waktu komputer berhari2 ngga nyala, duh teter smua kerjaan, sampe mikir mau garap di warnet hehehe

    ReplyDelete
  7. klo saya sih bu taruhnya di dalam softcase selalu meskipun beberapa kali dah jatuh untung nya masih bisa di gunakan

    ReplyDelete
  8. ooohg gitu ya, jadi gak boleh asal dimasukkan ke dalam tas?

    ReplyDelete
  9. Kalau bawa lepi, saya selalu pakai tas khusus lepi. Antisipasi hal kaya' gini.

    ReplyDelete
  10. ooohg gitu ya, jadi gak boleh asal dimasukkan ke dalam tas?

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)