17 Jun 2017

Si Pengky My Truly Best Friend

Gantengnya Si Pengki bisa nampang juga -  Dokpri : Omahantik.com
Hai temans tercinta adakah yang lebih indah menghiasi suatu hubungan antar mahkluk hidup tanpa terkecuali seperti cerita sahabat  saya satu ini. Yup benar saya mengakui hubungan persahabatan saya yang spesial ini lantaran saling memiliki dan menyayangi satu sama lain.

Pasti sudah bisa menebak, siapakah dia mahluk ganteng yang pernah menemani keluarga saya dan adik-adik hampir 3 tahun lebih lamanya.

Iyesss, kesayangan kita semua di rumah, yakni si Pengki, anjing kancil idola kita semua di rumah. Awalnya memelihara si Pengky dari kecil tidaklah mudah. Orangtua saya sepertinya tidak welcome dengan hewan piaraan di rumah. Eh, kecuali ikan hias ding ! Swear 

Pengky adalah pemberian dari pakde saya yang kebetulan saat itu menjadi Kepala Rayon Dinas Pasar Djohar Semarang. Saat beliau berkeliling ke pasar, merasa iba saja melihat anjing kecil yang terkurung. Singkat cerita, beliau pulang ke rumah dan memberikan pada keluarga saya untuk merawat si Pengky dengan baik. *Maaf bukannya sok lebay deh !Hehehe

Yang sangat diingat, kedatangan anjing kancil yang masih kecil banget ini lumayan merepotkan. Saya dan sista (adik kandung) saling bahu membahu dalam memberi makan, memandikan bahkan mengganti kardusnya. Iyaalah, masih kecil sering ngompol, serasa jagain adik bayi deh. Belum lagi kerap meringik-ringik (mungkin kedinginan) pengin menetek. Kode buat saya untuk siap siaga bikin susu hangat di tempat minumnya.

Seiring waktu si Pengky ini tumbuh besar juga. Dia sangat gesit dan lincah berlarian kesana kemari, apalagi sehabis mandi. Jangan ditanya gayanya bak pelari sprinter. Hahhaha
Oiya ada yang penasaran kenapa si anjing ras kancil ini dinamai Pengky, tidak lain dan tidak bukan karena Pakde ngefans sama alm Bang Benyamin, kebetulan main di salah satu movie lawas dengan nama alias PENGKY. Nah, itu looh asal muasal namanya. Keren banget deh !

Bagi saya terutama, Pengky adalah oase menyejukkan. Saya gak perlu repot menumpahtuahakan semua uneg-uneg isi hati saya pada Diary tebal. Cukup curhat sama Pengky yang jelas jadi pendengar setia. Maklum kan, saat itu saya masih es em pe. Lagi ngeh namanya Cnta Monyet. Hayoo ngaku, kalian pasti pernah mengalami fase yang sama,kan ?

Pokonya dijamin terjaga aman kerahasian urgent matter ! Daripada menulis di buku Diary, bisa-bisa bocor karena diintip orang. Hahaha. Ada-ada saja yang berbuat usil nih.

Untungnya juga kehadiran Pengky ini juga meluluhkan kekakuan hati orangtua. Dulunya yang gusar karena Pengky sukanya "CarMuk" dengan menempelkan tubuhnya di kaki ayah. Bukannya dielus-elus sayang, melainkan ditendang melayang. Hikss, saya menangis terguguk, melihatnya. Namun sekarang berubah, setiap Ayah pulang dari luarkota, dengan setia Pengky menunggu di depan gerbang pagar. Lalu jingkrak-jinkrak kegirangan menyambut kedatangan ayah. Tahu enggak kalau Pengky tengah kegirangan, lihat aja tuh ekornya yang dikibas-kibaskan kencang. Tandanya hatinya sedang full hepi. Apalagi Ayah balas menepuk-nepuk sayang punggungnya. Jadi tambah manja, si Pengky.

Ada satu lagi nih, unfotable momen. Dimana si Pengky ini tiba-tiba raib tanpa juntrungnya. Iya, benaran anjing ganteng itu hilang hampir sepekan lamanya. Saya dan adik-adik sudah mencari kemana-mana. Sekomplek perumahan sudah ditanyai satu-satu perihal Pengky. Namun tidak ada yang mengeetahui keberadaannya. Memang sih, si Pengky tidak pernah saya biarkan berkeliaran di luar rumah, mengingat kuatir terkena kuman penyakit dan bau yang tidak sedap. Bagi saya standbye di rumah, akan membuat Pengky terus wangi dan bersih dari kutu juga kuman.

Ajaibnya, suatu hari ada gonggongan khas yang membuat saya terhenyak kaget. Yup, tiba-tiba Pengky kembali ke rumah sayangnya dengan tubuh yang menyedihkan. Selain jadi kurus sekali, ada banyak luka sayatan di sekitar moncongnya. Konon, itu triks penculik hewan untuk menghilangkan daya penciuman *kata pembantu saya yang tahu alasan tersebut juga dilakukan di desanya. 

Hiih saya bergidik ngeri. Bersyukur banget si Pengky masih utuh tidak terkena apa-apa. Kan ada tuh beberapa yang sengaja diracuni, atau dipotong dijual dagingnya *ingat ada rica-rica daging anjing. Sambil menangis saya bersihkan tubuh Pengky perlahan-lahan. Sudah banyak luka dan juga aromanya kurang sedap. Tetaplah selalu menjadi pendengar setia ya, my truly best friend.

Update post omahantik ini terinpirasi adanya tantangan tema menulis arisan blog "Sahabat" dari pemilik blog Cerita Dandelion nona Tina dan mbak Nurul owner blog Parenting.id . Semoga saja bisa bermanfaat dan memberikan penghiburan ^_^


Keep Happy Blogging

* In memoriam Pengky







5 comments:

  1. Mohon maaf lahir batin mbak Tanty, baru bisa BW arisan nih :)

    Bersahabat bisa dengan siapapun ya mbak tidak terkecuali dg hewan piaraan. Apalagi anjing itu kan terkenal sebagai hewan yg sangat setia ya, yang bisa dilatih juga untuk menolong..

    Ngeri juga ya mbak saat Pengky pulang dalam keadaan luka, itu perbuatan yg sangat kejam dan sadis yaa..

    ReplyDelete
  2. Wah kalau artikelnya ada foto pengkynya pasti akan lebih bagus, jadi penasaran sama pengky.... Hehe... maaf salam kenal....

    ReplyDelete
  3. Postingan yang sangat menarik... nice bangetttt

    ReplyDelete
  4. Teman curhat trbaik, dijamin gk bakal cerita dibelakang

    ReplyDelete
  5. waktu mudik kemarin sempet liat salah satu warung sate gukguk. duh, kasian dan ngeri banget :(

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)