13 Apr 2013

Berdamai Dengan Hati



Cie, cie,cie…judulnya postingan ini bikin hati mak nyeees. Adeeem
Gambar: dipinjam disini
banget. Padahal kalau mau tahu awal ceritanya bisa klenger bikin hati ini kebat-kebit. Alias stress mendadak tak berujung. Waduh, rasanya mirip Gado-gado makanan favoritku tiap hari. Hehehe.
Semoga saja cerita ini bisa memberi inpirasi berguna kepada yang lain. Ada nilai positip yang bisa diambil dari suatu kejadian yang sama sekali tidak terduga.
Memang beberapa bulan ini, hati ini sudah mantap untuk menargetkan resolusi 2013 menjadi penulis yang produktif baik di media online maupun cetak. Meskipun pada kenyataannya, berbanding terbalik. Lelet super pelan bak siput ngesot. (Ngesot dalam bahasa Indonesia seperti orang berjalan ngelendot di tanah, bertumpu pada lutut kaki). Semangat tetap harus kuat menapaki jalan terjal nan berliku. Ada saja aral melintangi jalan menuju arah kesuksesan. Pfffh, menghela nafas panjang terus J
Terlebih lagi penghujung April banyak pelatihan nulis secara online baik yang free ataupun berbayar, serta dateline dari berbagai lomba penulisan entah itu blog ataupun yang diadakan forum jejaring social. Dirasakan sangat melelahkan tapi juga bisa melegakan hati. Plong ! Karena ilmu-ilmu penulisan yang selama ini awam terserap dengan baik.
Niat mantap terkadang teruji juga dengan sikon yang kurang bersahabat. Lha, kok bisa ? Harus ada koneksi internet yang bersahabat.  Jawaban simple ini terkadang sering bikin senewen. Tiba-tiba koneksi internet menjadi trobel ketika diperlukan dalam keadaan penting. Emergency, please. Keadaan yang biasanya kualami, saat ingin masuk kelas online dan membuat postingan artikel, mendadak server internet di rumah error. Hiiikss, seperti menangis ala Bombay. Terisak-isak dan meratapi di sudut kamar. Waduh, payah ! Sudah terlanjur ikut training online yang berbayar tapi tidak bisa mengakses kelasnya, jeritku meronta-ronta dalam hati. Terus kudu protes sama siapa,nih. Kalau tidak curhat sama suami tercinta. Dengan jurus memaksa dan rayuan manisku, mau tidak mau suami kudu empati membantu. Yaaah, butuh ekstra kesabaran. Karena perbaikan yang ada tidak secepat kilat membalikkan telapak tangan. Akhirnya tunggu waktu beberapa hari, sembari memendam kejengahan. Alternatif lain, seperti cara konvensional. Ambil secarik kertas. Coret moret dengan hati gambling, Wuiiih !
Huraaay, akhirnya setelah mengalami penantian yang menguras kesabaran koneksi internet sudah bisa kompromi lagi. Untung punya suami yang pengertian. Yes 100 % menjadi Ayah Handal Keluarga J
Tenggelam dalam rutinitas menulis. Tak urung membuat block ide. Buntu. Satu-satunya jalan adalah refreshing : membaca buku. Tidak cukup dengan satu atau dua buku atau majalah yang ada membuatku melirik yang lain. Kebetulan ada teman dari forum yang mempromosikan majalah terbitan baru. Meski tidak setenar dengan majalah umumnya, sudah cukup bagiku ingin mencoba menembus ke media tersebut.
Untungnya temanku itu adalah agen, yang bisa langsung mengirim. Setelah ada kesepakatan, akhirnya ia bersedia mengantarkan secara langsung hari itu juga ke rumah. Yang menjadi soal adalah lokasi rumahku sebenarnya adalah di luar kota. Sedangkan ia beroperasi untuk daerah lokal. Demi menghemat biaya ongkir yang lumayan besar untuk ukuran kantong Ibu-ibu, aku memutuskan agar majalah tersebut dititipkan di rumah orangtuaku yang sekota dengan temanku. Meskipun lokasinya berseberangan jauh, temanku itu tinggal di daerah Semarang Timur  sedangkan rumah orangtuaku di Semarang Barat. Mungkin butuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan mengingat kondisi jalanan Semarang yang kini menyerupai Metropolitan yang berjejal macet.
Jarang mengitari daerah Semarang Barat membuat temanku kebingungan. Berkali-kali dia kirim teks menanyakan detail arah rumah. Nah, aku orang yang senang langsung berinteraksi via calling phone. Dengan semangatnya aku telepon. Sayang seribu sayang, sepertinya si teman kurang berkenan. Apalagi beberapa saat ada teks tertera di layer Nokiaku.
“Engga usah nelpon2. Aku g suka d telpon. Ga penting, tau !!!”
Waaaa, aku melonjak kaget. Seperti disengat puluhan tawon. Kepala jadi berputar-putar, keliyengan belum lagi sport jantung berlari kencang. Ada apa ini.Kok Aneh? Seperti bukan my sister Rita ? Berbagai pertanyaan bertubi-tubi menohok ke pikirannku.
Untung, aku sigap. Dengan kesadaran penuh aku tahan emosi yang mau meledak. Sabaaar…tahan emosi. Let’s positive thinking. Kataku menghibur hati, sambil mengatur irama nafas agar mendapat suasana hati yang rileks. Kemudian aku balas teks dengan singkat. “Maaf, kalau aku ada salah mohon dimaafkan,”. Tidak ada balasan. Aku tambahkan lagi dengan tujuan tidak ada kesalahpahaman. “Mbak, kok ada sms demikian dari mbak Rita,ya L “ langsung aku forwardkan sms yang kurang enak itu.
Dalam hati aku terus berdoa, semoga saja itu bukan disengaja dari teman atau kerabat keluarganya. Yang penting tidak merasa dendam saja,kok. Ini namanya harus pinter berdamai dengan hati. Eiit, ternyata temanku merespon balik.
“Mbaaak…aku gak sms begitu kok.Aneh,ya. Ini pake Hpnya adik.Aku gak tau ada settingan seperti ini. Sekali lagi,maafkan ya!”
Yeee, bener kan. Berarti temanku tidak serius atau sengaja marah besar dong. Apalagi kalau sampe nyasar-nyasar ke rumah. Hmm…jadi plooong lagi hatiku. Hawa panas yang menyeruak di jiwa telah sirna. Ditambah penjelasan teman yang menerangkan kejadian sebelumnya waktu kutelpon ia sedang bersms dengan bibinya, terus ada incoming voice, sms yang ada di-cancel buat terima telpon. Eh, alhasil malah yang terkirim semacam sms tersebut.
So, para blogger tercinta, andai saja mengalami kejadian tidak mengenakkan, please jangan langsung main tuduh ya. Apalagi sampai delete phone number atau kick-out perteman. Belum tentu   kejadian yang muncul seperti itu adanya. Pastikan ada sebab-akibatnya. Berdamai dalam hati bisa menjadi alternative mujarab tentunya,benar demikian bukan ?


2 komentar:

  1. yup dan rada susah :)

    aku pernah juga nulis kek gini hikz *puk2

    BalasHapus
  2. Ohya mbak, berarti idem dunk pengalamannya.Hihihi :) thks atas supportnya **pengin di puk2 cuup trus**

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)